Batu Goncang Online

Batu Goncang Online – Bekas Pemain Parma Ini Mengakui Bunuh Ibu serta Adik Perempuannya

 

Batu Goncang Online – Sempat jadi satu diantara prospek Parma, Solomon Nyantakyi saat ini punya potensi hadapi hukuman pidana berat. Nyantakyi membunuh ibu serta adik perempuannya.

Nyantakyi pernah kabur pada Selasa (11/7/2017) malam saat Italia, selesai membunuh ibunya, Nfum Patience, serta adik perempuannya yang berumur 11 th., Magdalene Nyantakyi, di tempat tinggalnya di Parma.

Pemuda 21 th. itu lalu tertangkap sesudah sekitaran 12 jam melarikan diri. Polisi menangkapnya di stasiun Milan pada Rabu (12/7), sesudah berhasil mencarinya lewat camera keamanan di sekitaran stasiun.

Pada polisi diakuinya membunuh ibu serta adiknya. The Sun memberikan laporan kalau Nyantakyi menikam keduanya sampai wafat, serta mayatnya diketemukan pertama kalinya oleh sang kakak, Raymond.

Nyantakyi pernah tunjukkan potensi menjanjikan di Parma. Dia sekian kali di panggil ke scuad paling utama pada musim 2014/2015 dibawah arahan Roberto Donadoni. Namun karirnya lalu meredup, terutama dengan kebangkrutan Parma pada 2015.

Nyantakyi lalu pernah menguatkan tim-tim kecil seperti Tuttocuoio serta Imolese. Laporan mengatakan kalau pemuda berpaspor Ghana itu alami depresi.

” Saya ingat Solomon, dia berlatih dengan kami di Parma serta saya membawanya untuk duduk bangku cadangan lebih dari sekali di bebrapa pertandingan Serie A. Saya ingat dia begitu tenang, bahkan juga pendiam. Bila memanglah dia yang lakukan ini, saya bahkan juga tidak dapat pikirkan apa yang telah terlintas di kepalanya, ” kata Donadoni ditulis Bleacherreport.

Bekas pelatih muda Parma Cristiano Lucarelli mengakui telah lihat sinyal tanda depresi dari Nyantakyi. Namun dia tetaplah terperanjat bekas juniornya itu bertindak selama ini.

” Dari sikapnya di tim muda Parma, Anda dapat tahu dia miliki problem. Namun dia tidak sempat, saya tegaskan tidak sempat, menambah suara suaranya, berdebat dengan orang yang lain, atau bereaksi yg tidak sepatutnya, ” tuturnya.

” Saya ketahui dia menanggung derita karena depresi serta saya coba membawanya berlatih dengan tim saya, Cuoiopelli, di Lega Pro, 125 mil dari Parma. Dia bertahan dengan kami sepanjang 15 hari, lantas kabur. ”

” Dia lantas menjumpai saya serta katakan merindukan keluarganya, beberapa rekannya, tempat tinggalnya. Saya fikir itu hanya masalah nostalgia. Saya betul-betul tercengang, ” tandas Lucarelli.